Home

Sebuah Gambaran yang ada di Daerah Batujaya – Memperkenalkan daerah Batujaya tanpa unsur kegaduhan. #LihatBatujaya

Candi Jiwa Batujaya

Candi Jiwa Batujaya ini sekarang sudah selesai di Pugar dan layak untuk di kunjungi untuk wisata lokal di batujaya, Banyak yang berkunjung ke Candi jiwa dengan tujuan Pendidikan dan juga hanya sekedar liburan dari berbagai kalangan dan kadang Candi ini di jadikan tempat ibadah untuk Umat Budha dan Hindu.

Ulasan Berdasarkan Wikipedia tentang Candi Jiwa:

“Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang dianggap mempunyai “jiwa”. Karena beberapa kali kambing diikat diatasnya mati. Sehingga tidak ada hubungan dengan Dewa Syiwa.

Kata “jiwa” sangat dekat dengan nama salahsatu nama dewa dalam agama Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari “syiwa” menjadi “jiwa” bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa.”

*Data Kegiatan Eskavasi :
(Buku Hasan Djafar dan Tim Arkeologi)
Situs ini pertama kali di ekskavasi pada tahun 1985 dan dilanjutkan pada tahun 1986 oleh Tim Arkeologi Fakultas Sastra UI dalam rangka KKL, yang merupakan praktek terpadu dalam mata kuliah metode Arkeologi yang dipimpin oleh Mundardjito.

Dari dua kali kegiatan eskavasi di situs ini telah dapat ditampakan seluruh permukaan bangunan yang tersisa dan beberapa bagian kaki candi. Candi ini sudah tidak utuh, yang ditemukan hanya bagian kaki candi yang berukuran 19 x 19 m dengan tinggi seluruh bangunan yang tersisa 4,70 m dengan orientasinya tenggara- barat laut.di keempat sisi candi tidak terdapat tangga naik atau pintu masuk. Kaki candi memiliki susunan perbingkaian atau pelipit penyangga (uttara), dan pilipit setengah lingkaran (kumuda) dari atas bangunan yang tersisa, tampak susunan bata yang melingkar dengan diameter 6 m. Susunan bata melingkar ini dibatasi oleh susunan bata yang di pasang tegak ( rolak ) yang membentuk bujur sangkar dengan panjang 10 m, susunan pasangan bata seperti ini mengingatkan kita pada bentuk susunan dasar Stupa ( Jurusan Arkeologi FSUI 1985, 1986 ). Dengan demikian besar kemungkinan situs candi jiwa merupakan sebuah candi berbentuk stupa.

Candi jiwa mulai di pugar pada tahun 1996 sampai 2001 oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala,Departemen Pendidikan Nasional (sekarangt menjadi Direktorat Peninggalan Purbakala, Dep. Kebudayaan dan Pariwisata), melalui Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (sekarang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) BP3 Serang .

Pada waktu pengupasan halaman sekeliling candi telah ditemukan Struktur berupa hamparan pasangan bata yang menutupi permukaan tanah.Srtuktur ini mengeliling bagian bawah kaki candi di keempat sisi dengan ukuran 2,65 m. Pinggiran struktur ini di batasi dengan bata yang dipasang tegak memanjang. Struktur ini memperlihatkan sebuah jalan yang di buat mengelilingi kaki candi. Maka dapat dipastikan bahwa jalan yang mengelilingi bangunan candi tersebut adalah sebuah jalan ( patha ) atau (pradaksina).

Sungai Terong

Belum Selesai di buat



Daerah ini warga lokal menyebutnya Sungai terong, tepatnya di desa Karyabakti kecamatan Batujaya Karawang. Daerah ini di Penuhi dengan perempangan, Sungai, tambak dan pohon bakau sedangkan Rumah penduduk masih terlihat jarang.


Suasana di sini nyaman, sejuk dan hembusan angin yang sedikit kencang, jalan menuju ke daerah sungai terong ini  jalannya sudah di batu/cor mudah untuk di lintasi dengan kendaraan bermotor.

Blog

Percandian Batujaya (Kompleks Percandian Batujaya)

Tentang Situs Batujaya dan Telagajaya (Komplek Percandian Batujaya) Telah 22 tahun situs ini digali dan dipelajari para ahli arkeologi Indonesia dan mancanegara. Situs ini pertama kali diketahui tahun 1984, semula berupa bukit-bukit kecil di tengah sawah, penduduk setempat menyebutnya unur-unur (bukit-bukit kecil). Sekarang tak ada lagi bukit-bukit tetapi candi-candi hasil rekonstruksi dan lubang-lubang parit dan …

Pulau Putri Batujaya



Daerah Pulau Putri ini adalah nama sebuah daerah yang berada di Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya. Daerah ini di penuhi dengan empang atau perempangan dengan banyak macam macam ikan.

Tidak Jauh dari Derah Pulau Putri ini ada sebuah kampung yang bernama Cikiong yang terdapat sebuah pulau baru berasal dari tumpukan pasir yang sudah lama terkumpul dengan sendirinya biasa di sebut oleh warga lokal ialah tanah timbul.

Apabila anda ke daerah tanah timbul untuk saat ini anda harus menaiki sebuah perahu untuk sampai ke daerah tersebut. Dan daerah tersebut dekat dengan perbatasan Kecamatan Tirtajaya.