Latest Post

Situs segaran VI

Situs segaran VI

Situs segaran VI terletak pada koordinat 107° 09’ 35” BT dan 06° 03’30” LS. Berbeda dengan situs- situs lainnya yang ada dikawasan situs batujaya, situs ini bukanlah situs yang memiliki tinggalan berupa reruntuhan bangunan candi malainkan peninggalan berupa sebuah batu tegak dari jenis konglomerat yang di kelilingi lima buah batu tegak lainnya pada jarak 2,50 m. yang terletak di tengah mempunyai ukuran diameter 40 cm dan tingginya dari bagian yang tampak dipermukaan tanah 70 cm . dikelilingi lima buah batu kecil berdiameter 30 cm , tingginya di permukaan sawah 30 cm batu tersebut tinggalan tradisi megalitikum yaitu susunan batu temu-gelang (stone enclosure)

Situs Blandongan ( Segaran V )

Situs Blandongan ( Segaran V )

Situs candi Blandongan terletak pada Koordinat 107° 09’ 14” BT dan 06° 03’21” LS, dan berukuran 110 x 38 m (masih berupa gundukan tanah)
Situs ini pertama kali di teliti pada tahun 1992 oleh Puslit Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional ). Sampai tahun 1998 penelitian berhasil menampakan denah bangunan bujur sangkar dengan ukuran 25 x 25 m dan terdapat empat tangga naik di setiap sisi.
Di setiap tangga naik, terdapat 9 trap anak tangga. Dengan ukuran tinggi trap tangga 21cm, panjang 37 cm. Trap tangga tersebut terbuat dari Batu Andesit dengan ukuran tebal 8 cm, lebar 20 cm dan panjang 45 cm. 4 buah tangga tersebut,sekarang sudah selesai di pugar oleh Balai pelestarian peninggalan purbakala (Bp3 serang)
Tinggi situs candi Blandongan yang masih tersisa pada saat ini adalah sekitar 3,5 m. denah bangunan luar berukuran 25 x25 m ini merupakan tembok keliling sebuah bangunan candi yang merupakan satu kesatuan dengan bangunan inti. Dinding keliling bangunan candi ini terbuat dari Batu bata yang di susun rapih dengan menggunakan pola Copstrek ( panjang pendek ) di bagian luarnya. ketebalan tembok dinding candi ini adalah 1.75 cm.
Bagian keliling dinding luar terdapat hiasan-hiasan seperti pelipit datar, pelipit kumuda (haplon), pelipit sisi genta dan pelipit kerucut terpotong (gerigi) empat sisi dinding keliling bangunan ini sudah selesai di pugar. Di dinding luar di temukan sisa-sisa lepa yang berwarna putih, kemungkinan besar candi ini dulunya berwarna putih dengan ketebalan lepa 0.5 cm. Sisa-sisa lepa itu masih terlihat jelas di dinding-dinding candi Blandongan. Pada bagian dinding dalam terdapat halaman bata yang di lapisi oleh stuco. Stuco adalah sejenis beton dengan bahan kerikil di campur kapur dan tumbukan kulit kerang. Karena sudah termakan oleh usia lapisaan ini sudah terkikis dan lapisan batanya sudah banyak mulai terliat. Di halaman atas candi ini juga ditemukan semacam bekas Umpak tiang bangunan yang berjulah 16 buah batu umpak.di setiap sisi terdapat empat buah batu umpak tiang sebuah bangunan ( hasil temuan Bp3 serang ). Tepat di tengah halaman, terdapat bangunan inti yang menyisakan bagian kaki yang denahnya bujur sangkar dengan ukuran 9.2 mx 9.2 m sudutnya menonjol, seperti Baspion pada sebuah benteng. bagian atasnya sudah rusak dan di bagian atas juga terdapat semacam saluran air, ini juga masih belum jelas pungsi dan kegunaannya (masih dalam penelitian)
Candi Blandongan mulai di pugar pada tahun 1999 oleh Bp3 serang. Dan pada tahun 2000 tidak ada kegiatan pemugaran di situs candi Blandongan, baru pada tahun 2001 sampai saat ini kegiatan pemugaran masih berjalan dan sudah mendekati tahap akhir.
Berdasarkan pengamatan pada fisik bangunan candi Blandongan sudah mengalami penambahan bangunan (rehab) pada masa itu, ini dapat di lihat pada sisi barat daya dan barat laut satu pilar yang sengaja di buka untuk memperlihatkan bentuk pilar sebelumnya. Sejak pertama kali penelitian tahun 1992 hingga sekarang saat pemugaran berhasil menemukan benda–benda suci yang biasa di gunakan pada saat upacara keagamaan, salah satunya Amulet/terakota dari bahan tanah liat yang di bakar. Amulet itu bergambarkan tokoh–tokoh dalam agama Budha dan di bawahnya terdapat tulisan yang berisi mantra-mantra. Dari temuan stupika tablet (Amulet) Candi Blandongan dapat di perkirakan pada abad ke IV–VII M, bahkan berdasarkan hasil penanggalan dengan menggunakan Carbon Dathing pada tahun 2001 memberikan hasil penanggalan yang lebih tua lagi yakni antara 150 – 400 M.

Segaran IV

Segaran IV

Situs yang berbentuk unur kecil ini terletak pada koordinat 107° 09’05’’ BT dan 06° 03’23’’ LS.
Karena pencangkulan tanah untuk perluasan sawah, unur yang semula berukuran lebih luas kini hanya tinggal sekitar 6 x 4 m. Pada tahun 1996 tim arkeolog FSUI membuat sebuah kotak uji di bagian tengah situs, dan pada kedalaman 0.75 m, menemukan sebuah struktur bangunan bata yang masih tersusun dengan arah tenggara – barat laut. Berdasarkan indikasi ini pada tahun 1992 pusat Penelitian Arkeolog nasional melakukan ekskavasi di situs ini dan berhasil menampakan sisa bagian kaki sebuah bangunan candi kecil berbentuk bujur sangkar berukuran 6.50 x 6.50 m.
Sisa kaki bangunan candi ini terdiri dari 17 lapisan bata, dan memiliki pelipit berbentuk setengah lingkaran (Puslit Arkenas 1992).

Situs Damar ( Segaran III )

Situs Damar ( Segaran III )

Situs ini terletak pada koordinat 107° 09’11” BT dan 06° 03’ LS terdiri dari dua sektor yaitu Segaran III A, dan segaran III B yang luasnya 12,50 x 5 m, dengan ketingian rata –rata sekitar 0,50-1 m. Jarak kedua sektor ini sekitar 10 m, pada tahun 1986 telah digali sebuah kotak uji, untuk mengtahui keberadaan sisa bangunan dan pada bulan September 1998 ekskavasi yang di lakukan oleh tim arkeologi PPKB PUI, berhasil menemukan sisa bangunan pondasi yang berukuran 20 x 15 m, pondasi bangunan itu arahnya tenggara, sisi barat laut terdapat bagian tangga, dengan ukuran lebar 5 m, sedangkan panjangnya belum di ketahui, sebagian tangga ini sudah melesak ( Djafar dkk 1998 )
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BatujayaDotCom - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger